"Saya berharap, Kabupaten Grobogan dapat meningkatkan kemampuan uji PCR agar kasus konfirmasi dapat diketahui dan mempercepat memutus rantai penularan," katanya.
Panglima juga memerintahkan jajaran TNI-Polri agar mengerahkan segenap kekuatan untuk mendukung pemerintah dan juga diharapkan Grobogan dapat meningkatkan dukungan rumah sakit dan tenaga kesehatan yang juga dibantu TNI-Polri.
"Data yang dilaporkan harus merupakan data nyata di lapangan. Tegakan terus disiplin protokol kesehatan. Laksanakan penyekatan mobilitas untuk mencegah terjadinya penyebaran termasuk dari luar wilayah Kabupaten Grobogan," ucapnya sekaligus mengingkatkan pelaksanaan vaksinasi terutama bagi lansia.
Seusai rapat, Panglima TNI meninjau pelaksanaan Vaksinasi di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Grobogan yang diikuti 500 orang dibagi dalam 5 gelombang bersama tim RSUD 21 vaksinator, TNI 8 vaksinator, Polri 8 vaksinator dan pemda 8 vaksinator dengan total 45 orang.
Dalam peninjauan vaksinasi, Panglima TNI menyampaikan agar terus melaksanakan disiplin protokol kesehatan dan jangan lupa menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Karena walau telah divaksin, bukan berarti kebal terhadap Covid-19.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Forkopimda Kabupaten Grobogan serta Para Pejabat Utama TNI dan Polri.