Kasus Bullying dr Aulia Risma, Undip Minta Penghentian Sementara PPDS Anestesi Dicabut

Kristadi
FK Undip Semarang berharap pemerintah mencabut penghentian sementara program PPDS Anestesi. (Foto: iNews)

SEMARANG, iNews.id - Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) meminta pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan untuk mencabut penghentian sementara program pendidikan dokter spesialis (PPDS) anestesi.

Undip beralasan parktik langsung di rumah sakit sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dan mengasah keterampilan para calon dokter spesialis.

“Kami memohon dukungan pemerintah agar Undip bisa melanjutkan proses PPDS Anestesi di RSUP dokter Kariadi. Sebab, praktik langsung di rumah sakit itu sangat penting bagi calon dokter spesialis,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko di Undip Semarang, Jumat (13/9/2024).

Yan pun mengakui kasus bullying atau perundungan di lingkungan PPDS Anestesi yang mengakibatkan dokter Aulia Risma meninggal dunia.

Yan Wisnu Prajoko mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi internal ditemukan sejumlah bentuk bullying dalam sistem PPDS Anestesi. 

“Karena itu, saya mewakili Undip meminta maaf kepada keluarga dokter Aulia Risma Lestari, masyarakat, kemenkes, kemendikbud ristek atas kegaduhan yang selama ini terjadi di dunia pendidikan dokter spesialis,” kata Yan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda Sumsel Kawal Kasus Bullying Siswi SMP di Muratara, Setop Sebar Video Korban

57 tahun lalu

Polisi Pastikan Proses Hukum 3 Tersangka Kasus Bullying dr Aulia Risma Tetap Lanjut

57 tahun lalu

Viral Tersangka Kasus Bullying Dokter PPDS Undip Lulus Uji Komprehensif

57 tahun lalu

Polisi Periksa 2 Tersangka Bullying dr Aulia Mahasiswi PPDS Undip, Kaprodi Mangkir

57 tahun lalu

Fantastis! Uang Pemerasan Kasus Bullying Dokter PPDS Undip Capai Rp2 Miliar per Semester

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal