Menurut Henry, caleg yang tak mau datang tak mau turun ke bawah menemui masyarakat ini jangan dipilih sebagai wakil rakyat. Henry meminta masyarakat untuk memilih anggota Dewan yang benar-benar mau bekerja untuk rakyat.
Biasannya, ungkap Henry, caleg model seperti itu hanya mengandalkan bagi-bagi amplop. Mereka merasa yakin dengan membagikan amplop sebesar Rp25.000-100.000 atau Rp200.000 sudah merasa cukup.
Padahal, ungkap Henry, bila masyarakat mengetahui harga satu mereka cukup mahal, sudah pasti masyarakat akan menolak amplop dari para caleg yang cukup murah.
“Tahu tidak berapa pasaran harga suara di 2019 ini, tahu tidak. Harga satu suara itu bukan Rp25.000 atau Rp200.000. Jadi kalau para caleg itu memberi amplop hanya Rp25.000 tolak. Karena satu suara saudara-saudara itu semua seharga Rp80 juta,” katanya.
Karena itu, ungkap Henry, satu suara pemilih itu sangat penting untuk bisa menentukan wakil-wakil mereka di parlemen nanti.