Dia mengatakan, CISRT berlaku bak tentara di dunia nyata. Ke depan, akan dibentuk ratusan tim hingga 2024.
“Kami apresiasi Pemprov dan Diskominfo Jawa Tengah, atas kerja sama pembentukan tim Tanggap Insiden Keamanan Siber atau CISRT. Dengan ini, kami harap bisa mengamankan sistem di Jateng, kami juga akan melakukan pantauan, asistensi dan pelatihan,” ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah provinsi telah membangun berbagai fasilitas digital untuk mempermudah pelayanan. Oleh karenanya, penting untuk mempersiapkan tim sebagai pengaman sistem.
“Sekarang person behind the system, maka kepada seluruh OPD provinsi, kabupaten dan kota, ayo jaga dan awasi seluruh sistem digital yang kita miliki. Siapkan orang untuk dilatih sebagai Polisi Siber, sehingga kalau ada apa-apa, kita bisa cegah, tutup, dan amankan sistem digital kita,” katanya.
Lebih lanjut, Ganjar meminta jajarannya sigap menyesuaikan pelayanan, yang terus berkejaran dengan teknologi informasi. Hal itu untuk memastikan pelayanan terhadap warga tetap prima.
“Siapkan betul-betul, minta bantuan BSSN, kerja sama dengan pakar, melalui cara itu kami bisa amankan sistem digital. Dengan itu pula pelayanan publik harus cepat,” ucapnya.
JatengProv-CISRT, kata Ganjar, menggabungkan kerja antarinstansi, baik di provinsi, kabupaten, serta kota di Jawa Tengah. Tujuannya, untuk mengeliminasi serangan siber terhadap situs ataupun sistem yang dimiliki oleh pemerintah.