Dia menjelaskan, pergeseran beton tersebut terjadi karena panas saat musim kemarau. Sehingga struktur tanah mengalami retakan dan geser.
Alhasil, beton yang tadinya sejajar dan rapat tersebut terbelah dan membuat lubang cukup panjang.
"Musim kemarau di Kabupaten Grobogan itu membuat retakan tanah. Sehingga pergerakan beton mengikuti retakan tanah yang ada saat ini," kata Een.