Saat kejadian, kata dia, mobil masih terus melaju. Dia kemudian berusaha menahan kemudi agar laju mobil tidak oleng. Sementara sang istri yang duduk di belakang Seaful langsung loncat berusaha menginjak rem.
Mobil kemudian berhasil ditepikan oleh istri Saeful. Sementara Saeful dikeluarkan dari mobil dalam kondisi berdarah di dada dan wajahnya. Tak lama kemudian, mobil ambulans datang akibat terjebak kemacetan di ruas tol. Korban akhirnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Ambulans datangnya lambat mungkin kena macet karena saat itu jalnnya macet banget,” ucap Saeful.
Adik ipar korban, Andi Purwanto mengaku hingga kini pihak Jasa Marga belum ada tindak lanjut untuk mengusut kasus itu. “Polisi juga menilai pelakunya orang gila. Padahal, kata saksi pelakunya pakai sepatu boot dan ketangkep satu,” katanya.
Terkait kejadian itu, dia meminta pihak terkait untuk secepatnya mengusut tuntas kasus pelemparan batu yang menewaskan salah satu anggota keluarganya.