“Saya baru ambil uang Rp800.000, tapi kartu saya nggak mau keluar. Saya tusuk pakai kunci biar dia (kartu ATM) masuk sekalian. Terus, di belakang saya ada yang ngantri dia yang bantu saya. Dia (pelaku) bantu pencet-pencet terus bilang kalau gitu datang aja ke bank,” katanya.
Setelah itu, Yunela pulang ke rumah namun dalam perjalanan berhenti karena ada SMS yang masuk ke handphone-nya. “Pas saya buka, saya dapat laporan dari mobile banking kalau uang di rekening saya sudah berkurang Rp100 juta. Katanya ditarik tunai dan ditransfer ke sejumlah rekening lain,” kata Yunela.
Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi dan diminta untuk menerangkan kronologis kejadian tersebut.
Kanit Resmob Polrestabes Semarang, Iptu Reza Arif Hadafi mengatakan, dari keterangan korban aksi pelaku tergolong modus baru yakni ganjal ATM dengan menggunakan lem.
“Kami sudah kroscek ke BNI katanya nggak ada kartu yang tertinggal di mesin ATM,” katanya.
Reza mengatakan, dari keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, pelaku berhasil diidentifikasi. “Pelaku ada empat orang. Mereka komplotan dari luar kota,” katanya.