PURWOREJO, iNews.id - Warga di Purworejo, Jawa tengah memanfaatkan instalasi biogas yang dihasilkan dari pembusukan kotoran sapi dan membantu menekan biaya 15 kepala keluarga. Salah satunya adalah Sukiyani (47) warga RT 02/02 Desa Grantung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berhasil memanfaatkan instalasi biogas untuk memasak, sehingga membantu menekan biaya rumah tangga. Tak hanya dirinya belasan kepala keluarga juga ikut merasakan keuntungan dari gas yang didapat dari kotoran sapi.
“Selama ada biogas sangat membantu untuk masyarakat, soalnya saya tidak membeli gas elpiji lagi, karena selalu naik,” ujar Sukiyani, Selasa (31/10/2017).
Produksi gas dimanfaatkan untuk menyalakan kompor, sedikitnya ada 15 kepala keluarga yang memanfaatkan biogas. Menurutnya memasak dengan cara di salurkan menggunakan pipa, menguntungkan jika dibandingkan menggunakan kayu bakar atau elpiji.
Sukiyani menjelaskan satu tabung gas elpiji tiga kilogram habis setelah digunakan untuk memasak selama kurang lebih tujuh jam. “Jika masak pakai elpiji sehari butuh dua tabung atau Rp30 ribu, kalau biogas gratis,” katanya.
Dia menceritakan jika Muhaimin suaminya mulai memanfaatkan biogas untuk memasak sejak tahun 2009, kendati tidak pernah belajar operasional pembuatan biogas secara khusus, namun Muhaimin tidak pernah kerepotan. Menurutnya gas hasil pembusukan itu akan selalu keluar jika pasokan kotoran ke dalam tempat pembuangan lancar.
Setiap pagi muhaimin mengalirkan air limbah kotoran sapi ke dalam tempat penampungan kotoran. Kotoran padat tidak dimasukkan, sebab akan menyumbat dan menyebabkan gas tidak keluar, hanya urin air cucian kandang.