Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi menjelaskan kronologi awal laporan. Ia mengatakan saksi menerima informasi tentang peserta yang pingsan di Bukit Mitis sekitar pukul 10.44 WIB ketika hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Selanjutnya saksi langsung menghubungi petugas PMI dan marshal terdekat.
Pertolongan datang cepat, meski upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Petugas PMI dan marshal tiba tetapi korban sudah meninggal dunia. Sigit baru dapat dievakuasi ke RSUD Karanganyar sekitar pukul 14.30 WIB setelah melalui medan sulit.
Kejadian serupa terjadi beberapa jam kemudian di Bukit Cemoro Wayang. Laporan kembali masuk mengenai peserta yang pingsan dalam kondisi jalur berkabut tebal dan hujan deras.
“Tidak selang lama petugas PMI dan Marsal datang memberi pertolongan namun korban sudah meninggal. Lalu saksi menghubungi relawan petugas Siksorogo dan meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi dan membawa ke RSUD Karanganyar sebelum dibawa ke rumah duka di Tasikmadu,” ujar Iptu Mulyadi dikutip dari iNews Muria, Senin (8/12/2025).
Pembina Event Lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 Tony Hatmoko membenarkan adanya dua peserta yang meninggal. Dia menyebut insiden tersebut merupakan kejadian pertama sepanjang penyelenggaraan event.
“Ajang Siksorogo Lawu Utara 2025 diikuti sekitar 5.700 pelari dari dalam dan luar negeri. Ada tujuh kategori yang diperlombakan yakni 7 km, 15 km, 30 km, 50 km, 80 km, dan 120 km,” katanya.
Dua pelari meninggal dalam Siksorogo Lawu Ultra 2025 ini menambah sorotan publik terhadap keamanan lomba lari ekstrem di jalur pegunungan saat cuaca ekstrem.