"Ancaman hukuman itu juga berpotensi membuat dua anggota Polri itu diberi sanksi maksimal internal yakni Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan," katanya.
Saat ini, Aiptu K dan Aipda RL ditahan di Polda Jateng. Mereka berstatus tahanan Bidang Propam. Sementara, tersangka S warga sipil ditahan di Polrestabes Semarang.
Kronologi pemerasan bermula saat Aiptu K (47) dan Aipda RL (38) serta S (45) mendatangi korban MRW (18) dan teman perempuannya MMX (17) dalam mobil Sedan warna silver dekat SMA Terang Bangsa Semarang.
Mereka menyuruh korban MRW masuk mobil lalu merebut kuncinya. Para pelaku kemudian minta uang Rp2,5juta dengan dalih tak akan memproses kedua korban.
Korban berteriak hingga memancing warga berdatangan bahkan hendak menganiaya para pelaku. Kemudian oknum tersebut menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) anggota Polri. Saat beraksi, oknum tersebut diketahui sedang tidak berdinas.