"Tidak jauh, hanya 10 menit dari rumah ke sini," imbuhnya.
Setiap harinya, Rubiatun hanya seorang ibu rumah tangga, sementara suaminya berjualan es keliling. Dia dikarunia seorang anak yang saat ini empat SD.
"Saya hanya ibu rumah tangga, kalau suami penjual es keliling. Anak satu sekolah di SD," ucapnya.
Untuk membuat face shield, Rubiatun mengaku senang karena merasa mendapat perhatian dari pemerintah. Menurutnya, kaum disabilitas dapat berperan sebagaimana orang normal lainnya.
"Kami berharap orang-orang seperti saya mendapat tempat yang layak seperti yang lainnya. Saya senang bisa mengerjakan pesanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jadinya ada masukan buat keluarga," katanya.
Ketua PPDI Kabupaten Pati, Suratno menuturkan pesanan face shield dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.500 biji. Masing-masing 2.000 biji ukuran dewasa dan 1.500 biji ukuran anak-anak.