Edy mengatakan, upaya penyelamatan para pendaki tersebut dilakukan oleh satu tim terdiri atas lima orang sejak Senin (10/9) malam.
Kebakaran yang terjadi di petak 2 Bagian Kesatuan pemangku Hutan (BKPH) Magelang merupakan rembetan api yang berasal dari kebakaran petak 20 Resort Pemangku Hutan (RPH) Kecepit, BKPH Temanggung dan masuk administratif Desa Glapansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, pada Senin malam telah merembet ke hutan yang masuk wilayah Kaliangkrik Kabupaten Magelang.
"Hutan yang terbakar tersebut berada di petak 2 Magelang atau Pos 4 pendakian Kaliangkrik, yakni masuk wilayah administratif Desa Butuh, Mangli dan Prampelan," katanya.
Edy mengatakan upaya pemadaman api yang membakar hutan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Magelang untuk sementara ditangani langsung dari Perhutani KPH Kedu Utara dan relawan dari Temanggung. Selain itu, dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Satpol PP dan Damkar, PMI, basecamp pendakian dan relawan gabungan.
Hingga Selasa sore, api terlihat masih membesar dan membakar areal tanaman yang ada di lereng Gunung Sumbing. Kobaran api semakin membesar dan membuat para relawan kesulitan untuk memadamkan api.
Selain dengan cara manual yakni digebuk dengan ranting kayu, tim gabungan dari Perhutani, TNI/Polri, dan relawan juga melakukan penyekatan, yakni membuat sekat atau parit kecil untuk memutus api agar tidak merambat.
Menurut Plt Kepala BPBD Temanggung, Gito Walngadi, kobaran api telah meluas hingga memasuki wilayah Magelang. Sementara areal yang terbakar hampir mencapai pos dua yakni, areal tanaman pohon pinus.
“Jika tidak segera dipadamkan kerusakan lingkungan membuat ekosistem terganggu dan hutan menjadi gundul,” katanya.