Haul Paku Buwono XII di Solo, Ini Makna Uborampe yang Disajikan

Bramantyo
Sejumlah uborampe saat Haul Paku Buwono (PB) XII, Sabtu (12/11/2022). Foto: Bramantyo.

Sedangkan ketan, kolak dan apem sebagai lambang permohonan maaf atas segala kesalahan orang, baik yang masih hidup maupun leluhur yang sudah mendahului.

Untuk sesaji gedang (pisang) ayu dan suruh (sirih) ayu, dimana gedang setangkep (dua) dibentuk seperti tangan yang sedang berdoa untuk leluhur yang sudah mendahului.

Kemudian sega ambegan, maknanya agar arwah yang meninggal maupun sanak keluarga yang masih hidup kelak selalu mendapat ampun atas segala dosanya. 

"Semua itu merupakan perlambang kesalahan manusia agar bisa dimaafkan sang Khalik," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

Melayat Raja Solo PB XIII, Sri Sultan Doakan Regenerasi Berjalan dengan Baik

57 tahun lalu

Putra Mahkota Sebut Percuma Republik kalau Cuma untuk Membohongi, LDA Keraton Solo Bereaksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal