BANYUMAS, iNews.id – Titik terang kasus penemuan mayat mutilasi dengan kondisi terbakar di selokan air perbatasan Banyumas-Banjarnegara, perlahan terkuak. Hasil autopsi telah keluar yang menunjukkan korban diduga perempuan ini dibunuh secara keji.
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, hasil autopsi ini dikuatkan dengan temuan barang bukti berupa peralatan kosmetik di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, tim forensik juga telah mendiagnosa cara dan waktu kematian korban.
“Dari struktur tulangnya, mayat mutilasi ini berjenis kelamin perempuan. Diperkirakan usianya 25 tahun ke atas,” ujar Bambang di RSUD Margono Soekarjo, Kamis (11/7/2019).
Dia menjelaskan, waktu kematian korban berkisar tiga hari sebelum diautopsi. Korban diduga dicekik hingga lemas kemudian dihantam benda tumpul dan senjata tajam.
“Setalah meninggal korban dimutilasi. Untuk alatnya diduga menggunakan senjata tajam lain. Kami memang temukan pisau di TKP tapi ukurannya kecil dan tak cocok dengan bekas lukanya,” kata Kapolres.