Anjloknya harga bawang diduga sebagai dampak adanya panen raya dari darah lain. Seperti kawasan Majalengka (Jawa Barat), Kabupaten Nganjuk (Jawa Timur) dan panen raya dari kawasan Jogjakarta.
Anjloknya harga bawang ditengarai juga akibat penambahan luasan tanam di Demak. Semula sentra bawang hanya didominasi di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, dan Desa kuwu, Kecamatan Dempet. Namun sekarang, area tanam bawang merah di Demak bertambah menjadi sekitar 15 desa.
Meskipun petani juga memberlakukan sistem tanam di luar musim atau tanam berjangka, namun fluktuasi harga bawang masih tetap merugikan petani. Sedangkan untuk menunda penjualan, berisiko dengan kualitas bawang.