Harga Cabai di Salatiga Meroket, Diduga akibat Curah Hujan Tinggi

Angga Rosa
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Blauran, Salatiga saat melayani pembeli, Senin (30/5/2022). Foto: Ist.

"Curah hujan tinggi dan hama lalat buah mengakibatkan tanaman cabai rusak, sehingga petani banyak yang gagal panen. Akibatnya harga jadi naik," ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikkan harga cabai tidak hanya dikeluhkan oleh pembeli. Pedagang juga mengeluh karena omzet turun dan potensi kerugian bertambah. 

Untuk menekan kerugian, pedagang memilah cabai yang mulai membusuk untuk dijual lagi dengan harga Rp25.000 per kilogram. 

"Sekarang cabai yang mulai membusuk saya kumpulkan untuk dijual lagi. Ini untuk menekan kerugian," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Usai Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Jombang Meroket Tembus Rp100.000 per Kg

57 tahun lalu

Tukang Kelet Hewan Kurban di Salatiga Meninggal saat Bertugas, Diduga Serangan Jantung

57 tahun lalu

Niat Tolong Orang, Remaja di Salatiga Malah Ikut Masuk Jurang 10 Meter

57 tahun lalu

Kerangka Pria Ditemukan di Kontrakan Salatiga, Warga Curiga Penghuni 7 Bulan Tak Terlihat

57 tahun lalu

Tragedi Perang Sarung di Salatiga, Remaja Terkapar Dihantam Sarung Berisi Batu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal