Gusti Moeng Sebut Campur Tangan Pihak Bukan Trah Mataram Perkeruh Konflik Keraton Solo

Bramantyo
Dukunga abdi dalem pasca dua putri Raja terkurung di dalam Keraton Solo, terus mengalir (Foto: Istimewa)

SOLO, iNews.id - Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang tak berujung mengundang keprihatinan tersendiri bagi para abdi dalem. Keprihatian itu juga tak lepas kejadian terkurungnya adik  Raja Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII dan putri Raja PB XIII.

Yakni GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) dan GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani yang sempat terkurung di dalam Keraton Solo selama tiga hari.

Terkurungnya dua orang putri Raja di dalam keraton tersebut memantik dukungan terhadap para abdi dalem. Terutama prajurit keraton yang telah mengabdi selama 30 tahun.

Tak hanya praturit keraton, dukungan juga mengalair dari Paguyuban Kawula Karaton Surakarata (PAKASA) yang tersebar dari berbagai wilayah.

Dukungan yang telah beredar di media sosial ini pun datang dari abdi dalem konco kaji Keraton Surakarta yang berisi para ulama-ulama keraton yang mendukung sepenuhnya kepada Lembaga Dewan Adat  (LDA) Karaton Surakarta pimpinan Gusti Moeng.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

Melayat Raja Solo PB XIII, Sri Sultan Doakan Regenerasi Berjalan dengan Baik

57 tahun lalu

Putra Mahkota Sebut Percuma Republik kalau Cuma untuk Membohongi, LDA Keraton Solo Bereaksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal