Menurutnya, Widya pulang ke Tegal setelah mendengar kabar ibunya sedang sakit dari keluarga. Ia mengaku terakir kontak dengan adiknya pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat baru sampai di Bandara Soekarno Hatta.
“Wiwi saat itu berencana menggunakan maskapai NamAir penerbangan pagi. Karena delay cukup lama akhirnya ia menggunakan Sriwijaya Air SJ 182 penerbangan Sabtu sore,” kata Nur Eka.
“Saat tiba di Bandara Soetta, dia meminta doa agar perjalanan selamat sampai Pontianak, namun baru lepas landas Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Hingga Minggu pagi, keluarga Widya di Tegal terus memantau perkembangan pencarian korban Sriwijaya Aie melalui siaran televisi.Keluarga korban berharap Widya segera ditemukan oleh Tim Basarnas. Sementara, suami korban telah berangkat ke Posko Sriwijaya Air di Bandara Soekarno-Hatta.