"Oh ya mekanismenya harus mengajukan, supaya transparan, misalnya dalam waktu yang ditentukan sudah ada yang ingin menggunakan atau belum," Hendi dalam siaran persnya, Senin (7/7/2020).
Menurut dia, semua masyarakat boleh meminjam mobil tersebut. Hanya diprioritaskan untuk warga Semarang dan lokasi pernikahannya di Semarang.
“Mobil lengkap dengan sopir dan BBM-nya gratis. Jadi nanti di lapangan tidak ada lagi yang harus diberi," ujarnya.
Namun di sisi lain, Hendi juga berpesan bahwa kegiatan pernikahan yang dimaksudkannya harus sesuai dengan standart operasional prosedur kesehatan yang ditetapkan pada masa pandemi Covid-19. Hal itu ditegaskannya tidak boleh dikesampingkan dalam melaksanakan kegiatan pernikahan, terkhusus di Kota Semarang.
"Intinya kita ingin berbagai kebahagiaan di tengah pandemi ini, jadi silahkan untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan untuk melaksanakan akad atau kegiatan pernikahan, tapi tetap dengan ruang lingkup memperhatikan sop kesehatan tentu saja," katanya.