“Desa tidak berani meninggalkan tradisi turun temurun dari nenek moyang karena takut terjadi bala atau bencana. Buktinya ada warga yang mengalami kesurupan massal di pabrik,” kata Sugiyarto.
Beberapa warga yang mengalami kesurupan selanjutnya dibawa ke rumah kepala desa untuk diruqyah. Dua jam kemudian, seluruh karyawan akhirnya sembuh dan bisa dipulangkan.
Sedangkan hingga Kamis malam, suasana pabrik lengang karena aktivitas pabrik dihentikan dan seluruh karyawan diliburkan sehari.