Secara rinci, dia menyebutkan di Wonogiri ada 66 rumah milik warga dilaporkan mengalami rusak ringan, tiga bangunan sekolah rusak berat yakni SMPN 1 Paranggupito, SMK Pariwisata Pracimantoro, dan SMK 1 Giriloyo. Selain itu, satu tempat ibadah di Wonogiri juga dilaporkan mengalami rusak berat dan dua bangunan lainnya mengalami rusak sedang.
"Untuk saat ini, kami sudah mengirim bantuan logistik ke Wonogiri," ucapnya.
Diterangkannya, untuk kerusakan bangunan fasilitas umum yang menjadi kewenangan Pemprov akan dilakukan penanganan cepat menggunakan Dana Tak Terduga (DTT).
"Datanya ada SMK yang rusak dan fasilitas umum lainnya. Yang di bawah kewenangan Pemprov akan ditangani dengan DTT. Untuk yang kewenangan daerah masih terus dikoordinasikan ke daerah," tuturnya.
Selain Wonogiri, Bergas Catursasi menambahkan, kerusakan juga terjadi di Kebumen. Setidaknya dua rumah dilaporkan rusak sedak, 9 rumah rusak ringan, jaringan listrik mengalami kerusakan, 11 KK dengan 38 jiwa terdampak, 1 bangunan rusak berat, dan satu tempat ibadah rusak ringan.
Di Kabupaten Purworejo dilaporkan 3 rumah mengalami rusak berat dan 1 rumah rusak sedang. Di Purbalingga, 4 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan, dan 6 KK dari 18 jiwa terdampak.