“Kejadian pembunuhan pada siang hari di mana diskenariokan Bu Saminah membawa Bu Misem ke rumahnya supaya kondisi rumah di TKP itu (rumah yang ditempati Misem) kosong," katanya di Mapolres Banyumas, Selasa (27/8/2019).
Saat kejadian, kata Bambang, Misem dibawa ke rumah Saminah dengan alasan untuk dirawat karena kondisinya saat itu sedang tidak sehat.
Selanjutnya, dua anak laki-laki Saminah, yakni Irfan dan Putra masuk ke dalam rumah neneknya (rumah Misem). Mereka menemukan pamannya atas nama Sugiono sedang mandi dan ketika keluar dari kamar mandi langsung dipukul menggunakan besi bekas dongkrak.
“Kondisi besinya sudah seperti ini karena dikubur di dekat saluran air sehingga terkikis," ujar Kapolres menunjukkan besi bekas dongkrak yang digunakan untuk memukul korban Sugiono.
Setelah dipukul oleh Irfan dengan menggunakan besi, kata dia, Sugiono kembali dipukul oleh Putra dengan menggunakan tabung elpiji ukuran 3 kilogram hingga meninggal dunia dan selanjutnya jenazahnya dibawa ke salah satu kamar di rumah Misem.