Gedung Lawang Sewu, Saksi Bisu Pertempuran 5 Hari antara AMKA dengan Tentara Jepang

Angga Rosa
Salah seorang wisatawan saat melihat koleksi foto-foto sejarah di Lawang Sewu Semarang. Foto/IST

SEMARANG, iNews.id - Gedung Lawang Sewu merupakan bangunan benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Semula Lawang Sewu merupakan kantor administrasi kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Gedung di kawasan bundaran Tugu Muda yang dibangun pada zaman pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1900 ini, juga menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada tahun 1945 antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang.

Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 meter persegi. Gedung ini dirancang oleh arsitek yang berbeda.

Menurut istilah orang Jawa, lawang berarti pintu dan sewu bermakna seribu atau menjadi kata yang mewakili angka paling banyak di zaman dahulu. Sehingga Lawang Sewu artinya seribu pintu. 

Namun, kalau dilihat dari jumlah aslinya, Lawang Sewu ini memiliki 928 pintu. Hanya kurang 72 pintu saja bukan untuk benar-benar disebut angka seribu (sewu).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Libur Panjang, Stasiun Bandung Dipadati Penumpang Kereta Api

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tertabrak Kereta Api di Tanjung Balai, Sopir Tewas

57 tahun lalu

3 Remaja Tertabrak Kereta Api di Brebes, Ini Penjelasan KAI Daop 5 Purwokerto

57 tahun lalu

3 Remaja Tertabrak Kereta Api di Bumiayu Brebes, 1 Orang Tewas

57 tahun lalu

Avanza Bawa Pengantar Jemaah Haji di Grobogan Ditabrak Kereta, 4 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal