"Saung Merah Putih ini anggotanya dari berbagai daerah. Kenapa kami namakan saung Merah Putih, karena di sini isinya mantan preman, penjudi, pemabuk dan semuanya. Kami tampung untuk belajar agama dan menjadi lebih baik. Jadi di tempat ini, mereka yang dulu hitam dan merah bisa kembali putih," ujarnya.
Sementara itu, Ganjar mengapresiasi langkah mbah Tarjo yang melakukan syiar agama tidak memandang siapa mereka dan dari mana asalnya. Semua diperlakukan sama dan diajak menjadi orang yang lebih baik.
"Ya bagus ini, jadi saungnya saung merah putih, mbah Tarjo menurut saya tokoh yang sudah langka," ujar Ganjar.
Sebab lanjut dia, Mbah Tarjo menjadikan saungnya sebagai tempat berkumpul mereka dari berbagai kelompok dari seluruh lapisan masyarakat yang berbeda-beda. Termasuk mereka yang sering disebut preman.
"Tapi mereka di sini bisa berkumpul, ngaji bersama, berbuat baik membuat program-program yang baik dan insyaallah ini akan menjadikan manfaat," imbuhnya.
Tentu lanjut Ganjar, apa yang dilakukan mbah Tarjo bukan perkara mudah. Menjadikan orang yang pernah terjebak di dunia hitam kembali ke jalan yang baik.
"Saya mengapresiasi perjuangan beliau, dan daya juangnya sangat luar biasa dengan seluruh kesederhanaanya. Tapi tersorot dari matanya, beliau itu ikhlas dan sungguh-sungguh. Dan itulah yang membuat orang mau datang," ujarnya.