Bagi politisi PDI-P itu, selama film atau video itu tidak disebarkan, tidak masalah. Setiap orang memiliki ruang-ruang privasi yang tidak untuk disebarkan melainkan untuk diri sendiri.
Ayah satu anak ini tidak menampik jika pernyataan dia akan membuat sebagian kalangan mencapnya kotor atau gubernur porno. Dia menampik, karena dia merasa tidak tiap hari menonton video dewasa dan tidak selalu membahas hal-hal berbau porno.
“Ya enggaklah, kecuali tiap hari saya bicara hal tentang pornografi, saya sebarin, sorrylah,” katanya.
Dia lantas menceritakan pengalamannya saat mengajar siswa SMA dan bertanya siapa yang pernah menonton video porno. Namun tidak ada yang mengaku.
“Kalian sedang jujur atau bohong?” kata Ganjar.
Tiba-tiba ada seorang murid yang mengaku. Ganjar bertanya mengapa siswa tersebut melakukan hal tersebut dan dijawab dengan alasan hanya ingin eksplor.
“Saya bilang, kalau tidak ada guru,itu pendidikan seks yang keliru,” katanya kepada siswa tersebut.
Ganjar lantas menghadiahi satu unit laptop karena menilai siswa tersebut memiliki jiwa, pemberani, kepemimpinan dan jujur. “Mengakui kesalahan adalah bagian dari sportifitas,” katanya.