"Wah ini luar biasa menarik. Saya saja nggak menyangka bisa finish. Ada cerita menarik tadi di KM 7, perut saya agak sakit. Jadi harus mampir ke rumah penduduk dan mereka sangat ramah. Monggo pak, pinarak. Itu luar biasa," katanya.
Ganjar merasakan sangat keletihan sekitar KM 19. Lututnya mulai terasa pegal dan sering jalan pelan-pelan. Namun melihat peserta lain yang begitu semangat, ia pun kembali berlari meski perlahan.
"Dan guide yang mendampingi saya top banget. Dia bisa tahu ritmenya, tambah pak speednya, kurangi pak. Jadi bisa terkontrol," ujarnya.
Peran cheering lanjut Ganjar juga sangat penting dalam perlombaan ini. Saat ia mulai lemas, semangatnya kembali terpacu dengan yel-yel para cheering itu.
"Mereka memberikan semangat dan membikin kita terpacu lagi. Saat kurang semangat, ada mereka jadi tambah semangat lagi. Dan alhamdulillah sampai finish," katanya.