Ganjar Pastikan Tak Ada Rumah Sakit di Jateng Layani Pre-Order Vaksinasi

Ahmad Antoni
Gubernur Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi Covid-19 di Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (7/12/2020). (Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan menyiapkan tata cara khusus bagi rumah sakit (RS) terkait prosedur vaksinasi yang tengah disiapkan oleh Pemerintah Pusat. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan tak ada rumah sakit di wilayahnya yang melayani pre-order.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai Rakor via zoom dengan Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan terkait Penanganan COVID-19 di Jateng, Jabar, DKI Jakarta, Jatim di Ruang Kerja Gubernur, Senin (14/12/2020).

"Kita nanti akan siapkan tata caranya, (jadi belum bisa pre-order?) belum-belum, itu kan belum pasti, wong tadi masih ada angka-angka yang baru masuk, prioritas-prioritasnya, kita dari daerah ngikut aja," kata Ganjar.

Ketika ditanya apakah akan jadi yang pertama menerima vaksinasi, Ganjar mengatakan bila instruksi dari pemerintah adalah diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dulu. "Katanya untuk fasilitasnya diberikan pada Nakes dulu, kita ikut saja lah apa yang ada, mana yang paling membutuhkan dari vaksin itu," ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar menegaskan saat ini yang paling penting adalah kesiapan menghadapi libur akhir tahun. Menurutnya, Pemda se Jawa-Bali sepakat membatasi kegiatan yang melibatkan massa saat akhir tahun.

"Sepakat tadi hampir di jawa-bali sepakat semuanya. Terus kemudian yang mau bepergian itu harus tes antigen, jadi rapidnya musti antigen, bentuknya kaya dswab gitu, kalau tidak lebih baik tidak bepergian dulu, agar kita sama-sama bisa saling menjaga," katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Begal Sadis di Jeneponto Ditangkap, 2 Nakes Jadi Korban hingga Patah Tulang

57 tahun lalu

Update 4 Nakes Diserang KKB di Tambrauw, 2 Tewas 2 Selamat Lari ke Pos TNI

57 tahun lalu

Jurnalis Protes Buang ID Card usai Diusir Liput Arahan Gubernur Pasca-OTT Bupati Pekalongan

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bantah Bersama Bupati Fadia Arafiq saat OTT KPK

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Respons KPK Tangkap Bupati Pekalongan: Jadi Pembelajaran Pejabat Publik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal