Selain soal klaim dan insentif tenaga kesehatan, dalam rapat tersebut juga dibahas banyak hal termasuk perhatian daerah-daerah yang masih tinggi kasus penyebaran Covid-19. Lonjakan tinggi masih terjadi di Kota Semarang.
"Makanya saya minta dibukanya tempat keramaian ditunda dulu. Pak Wali Kota sudah mengatakan akan memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), tapi meminta perpanjangan jam tutup dari jam 20.00 menjadi jam 21.00. Saya minta diperhitungkan lagi," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti wacana tentang pembukaan sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang. Dia meminta Pemkot Semarang tidak tergesa-gesa dan lebih dulu melakukan uji coba.
"Jangan buka dulu, silakan uji coba dulu kalau mau dilakukan pembukaan. Jangan belum uji coba, terus dibuka, itu bahaya. Borobudur saja sudah uji coba, belum saya izinkan buka untuk umum, masih terbatas. Dalam waktu dekat akan ada uji coba lagi dengan wisatawan asli dibatasi 1.500 orang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, untuk klaim biaya rumah sakit rujukan, pihaknya hanya menangani rumah sakit milik Pemprov Jateng. Saat ini, proses klaim beberapa rumah sakit rujukan sudah disampaikan ke pemerintah pusat.
"Termasuk insentif untuk tenaga kesehatan yang ada di seluruh Jawa Tengah juga sudah kami hitung dan kami ajukan ke pusat. Kami juga berharap ini segera cair untuk kami berikan pada mereka," ujar Yulianto.