Menjawab hal itu, Ganjar membenarkan bahwa korupsi adalah musuh negara. Dia harus dibabat tuntas sampai ke akar-akarnya.
"Makanya saat saya jadi gubernur dulu, slogan saya mboten korupsi mboten ngapusi. Itu karena di masyarakat, persoalan paling pelik ya soal itu," katanya.
Bahkan, dulu Ganjar harus berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. Ia sering sidak untuk membereskan jika ada anak buah yang macam-macam.
"Pertanyaanmu mengingatkan saya pada satu cerita. Dulu ada gubernur yang marah-marah di jembatan timbang di Subah Batang. Itu karena adanya laporan pungli yang dilakukan para petugas jembatan timbang. Waktu dia sidak, dia menemukan praktik itu dan dia marah sampai gebrak meja. Ada yang tahu siapa?" tanya Ganjar.
"Pak Ganjar," teriak warga kompak.
Ganjar mengatakan pertanyaan Yudha membuat ia teringat pada saat ia marah di jembatan timbang Batang. Saat itu, sopir mengeluhkan setiap lewat dimintai uang mulai Rp50.000 sampai Rp100.000.