Fraksi PKB Nilai Program Jogo Tonggo di Jateng Tidak Jelas, Bantuan APD Mubazir

Nani Suherni
Warga Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah (Jateng) mempunyai cara unik untuk bergotong royong membantu warga terdampak Covid-19. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

"Dengan situasi terkini, tentu program yang dijalankan itu malah jelas tidak bermanfaat, barang akan mubazir, dan saya berkeyakinan akan menumpuk saja di desa," kata anggota Komisi E DPRD Jateng itu.

Gus Fadlun, panggilan akrabnya  tak memungkiri, anggaran untuk program ini memang semacam dadakan, karena baru dimunculkan saat virus ini menyebar di Jawa Tengah.

"Meski dadakan, dan bisa dimaklumi tentunya anggaran yang ada harus benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, dan ada rasa keadilan bagi semua masyarakat," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dengan jumlah desa di Jawa Tengah sebanyak 7.809 desa, maka dengan anggaran tiap desa Rp 10 juta, maka anggaran yang dikeluarkan Rp78.090.000.000. Sebuah angka yang tidak kecil, dan akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, atau penguatan usaha kecil demi keberlangsungan usaha mereka.

"Pertanyaannya untuk apa barang kesehatan itu baru disalurkan sekarang? Apalagi katanya sudah akan memasuki tahap New Normal. Barang itu mestinya disalurkan pada bulan Maret atau April saat Pandemi merebak. Hari ini, yang dibutuhkan recovery ekonomi, modal dagang, sembako murah, hingga recovery pendidikan," bebernya.

Karena program ini terlihat mengada-ada, Fadlun mendesak harus ada tim yang memeriksa program ini, cara pengadaannya dan sebagainya. DPRD tidak bertanggungjawab atas program ini.

  “Sedari awal DPRD, Pimpinan, Rapat Banggar, bahkan di Rapat Bamus pun sudah mengingatkan, bahwa program yang ada harus tepat guna, dan bermanfaat sesuai kebutuhan rakyat. Jangan sampai kemudian ada program yang ngoyo woro dan mubazir,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov

57 tahun lalu

Pemprov Jateng Tanggung Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan Bus di Tol Semarang

57 tahun lalu

Petisi Tolak 6 Hari Sekolah Tembus 25.000 Tanda Tangan, Gus Yasin Siap Kaji Ulang

57 tahun lalu

2 Alasan Pemprov Jateng Kaji Usulan 6 Hari Sekolah SMA dan SMK

57 tahun lalu

Longsor Cilacap, Pemprov Jateng Siapkan Rp400 Miliar untuk Relokasi Warga Terdampak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal