Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini, pemberitaan-pemberitaan tersebut kemudian disebarkan melalui sosial media (sosmed), sehingga banyak dibaca.
Dia menyebut hal itu merupakan jurus umum yang biasa dipakai dan merupakan bentuk “perang udara”. “Perang udara” tersebut, lanjut dia, hanyalah salah satu titik dari pertempuran politik.
“Pun belum perang, news-nya juga bukan news substansi, hanya soal siapa dan peristiwa. Contoh, tidur di gerbong jadi berita, main barongsai jadi berita, datang ke suatu tempat marah-marah jadi berita,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng ini.
Bambang Pacul mengatakan, dalam pertempuran politik juga dibutuhkan “perang darat”. Saat ini “perang darat” belum dilakukan karena belum ada calon presiden (capres) yang secara tegas menyatakan maju.
“Ada nggak perang arteleri, perang infanteri nggak ada, pasukan yang bergerak serempak, seragam, melaksanakan tugas-tugas khusus nggak ada. Perang darat nggak ada,” tegas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR ini.
Sehingga dia menyebut elektabilitas saat ini belum penting atau tidak penting. Dikatakannya, modal elektabilitas versi lembaga survei tersebut tidak menjadi jaminan memperoleh rekomendasi.
“Kalau atas dasar elektabilitas hari ini, kemudian memaksa ketua umum kami untuk mendapatkan rekomendasi, itu salah makan obat,” katanya.
Seperti diketahui, nama Ganjar Pranowo disebut masuk di urutan atas capres 2024 menurut sejumlah lembaga survei. Nama lain yang muncul di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menhan Prabowo Subianto.