Driver Ojol Korban Klitih di Sleman Berharap BPJS Bisa Tanggung Pengobatan

Kuntadi
Kismaya Wibowo
Driver ojol korban klitih di Gunungkidul tak bisa beraktivitas akibat lengan tangannya dibacok pelaku. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Pendiyanto (24) driver ojek online (ojol) asal Gunungkidul yang menjadi korban klitih di Sleman kebingungan dengan biaya perawatan di rumah sakit karena tidak ditanggung BPJS maupun Jasa Raharja. 

Pendiyanto harus mendapat 17 jahitan pada bagian lengan tangannya akibat disabet pedang pelaku klitih ketika melintas di Jalan Kabupaten Sleman, pada Senin (3/2/2020) dini hari.

Warga Dusun Dondong, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul itu baru sekitar dua bulan bergabung sebagai pengemudi ojek online.  

Pendiyanto menuturkan, peristiwa itu terjadi seusai dirinya makan malam bersama tiga rekannya. Ketika hendak pulang dan melintas di Jalan Kabupaten Sleman, mereka berpapasan dengan pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.

Tanpa ada permasalahan, tiba-tiba pelaku mengayunkan pedang dan mengenai lengan tangannya. “Posisi saya membonceng. Teman saya yang di depan berhasil menghindar dan mengenai lengan tangan kanan saya,” kata Pendiyanto, Kamis (6/2/2020).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Ribuan Driver Ojol di Surabaya–Sidoarjo Diwarnai Aksi Sweeping

57 tahun lalu

Ini Alasan 2 Korban Ledakan Petasan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS

57 tahun lalu

2 Korban Ledakan Petasan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS, Dirujuk ke RS Lain

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Ratusan Mahasiswa BEM se-Jatim Geruduk DPRD, Desak Reaktivasi 11 Juta Penerima PBI BPJS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal