Warga awalnya berusaha menarik minibus menggunakan tali tambang. Namun, derasnya arus membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, sebuah truk engkel diterjunkan untuk membantu menarik kendaraan. Setelah sekitar 30 menit, minibus berhasil dievakuasi.
Sopir dan kenek dalam kejadian tersebut berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka serius.
Selain memutus akses jalan antarkecamatan, banjir juga merendam puluhan hektare lahan sawah serta rumah warga di Desa Katong.
"Ada 50-an rumah yang terendam banjir," kata Samson, warga setempat.
Warga menyebut kondisi ini sudah sering terjadi setiap musim hujan, terutama saat debit air sungai meningkat dan meluap ke jalan serta permukiman.
Hingga Senin sore, ketinggian air mulai berangsur surut menjadi sekitar 80 sentimeter. Meski demikian, kendaraan masih belum diperbolehkan melintas demi keselamatan.
Seluruh arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif yang lebih jauh. Sementara itu, sebagian warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur akibat banjir.