Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jateng July Emmylia menyebutkan beberapa hal telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja BUMD.
Di antaranya adalah holdingisasi BUMD sesuai core bisnis yang dilakukan. Sebelumnya ada satu Perusda yang mengelola bisnis usaha yang tak nyambung, mulai dari hotel, percetakan dan pabrik es."Hal itu sudah dilakukan, yakni refocusing dan revitalisasi BUMD," ujarnya.
Sementara, akademisi Unnes Prabowo Yudho Jayanto mengatakan perbandingan jumah aset dengan deviden BUMD terlalu jauh. Bahkan menurutnya, lebih menguntungkan jika aset dimasukkan menjadi deposito bank.
"BUMD ini dibentuk dengan tujuan profit oriented bukan sosial oriented. kalau sosial sudah ada Baznas," ujarnya.
Untuk itu perlu dilakukan terobosan baru menjadi BUMD yang profesional. Yakni merevisi UU 5 Tahun 1952 tentang Pengelolaan BUMD yang dinilai sudah tak sesuai. Kemudian akuntabilitas, transparansi dan kemandirian BUMD.