Latin
Allâhummahdinî fîhi lishâlihil a'mâl, waqdhilî fîhil hawâija wal amâl, yâ Man lâ yahtâju ilat tafsîr was suâli yâ ‘âliman bimâ fî shudûril ‘âlamîn.
Artinya
"Ya Allah, anugerahilah aku di bulan ini untuk bisa berperilaku yang baik dan kabulkanlah semua hajat dan keinginanku. Wahai yang tidak memerlukan penjelasan dan pertanyaan. Wahai yang Maha mengetahui apa yang ada di dalam alam ini. Anugerahilah shalawat dan salam bagi Muhammad dan keluarganya yang suci."
Pada hari ke-17 Ramadhan, umat Muslim diajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui doa. Doa orang yang berpuasa diyakini tidak akan ditolak, sehingga sangat dianjurkan untuk memanjatkan hajat-hajat kita dengan penuh keyakinan.
Malam hari ke-17 juga dikenal sebagai malam Nuzulul Qur'an, yaitu malam turunnya Al-Qur'an. Oleh karena itu, memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur'an pada malam ini sangat dianjurkan.
Doa Puasa Ramadhan Hari ke-17 menjadi penutup yang indah untuk perjalanan spiritual kita di bulan suci ini. Dengan memanjatkan doa dan harapan, kita tidak hanya berusaha untuk mendapatkan pengabulan hajat, tetapi juga memperkuat ikatan kita dengan Sang Pencipta.