Dikutip dari tebuireng.online, Syaikh Abu Zakariyah Yahya bin Syaraf an Nawawi ad Dimasqi dalam kitabnya al Majmu Syarhu al Muhadzab juz 6 halaman 375, menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kesunnahan doa itu bagi orang yang berpuasa (semua jenis puasa) dari awal puasa hingga akhir.
Syaikh an Nawawi juga mengatakan dalam kitab yang sama bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, dan pada perkara yang ia sukai.
Karena itu, Muslim harus terus berdoa memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT di bulan penuh barokah ini. Berikut doa puasa hari ke-22 Bulan Ramadan:
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Allaahummaftah lii abwaaba fadhlika wa anzil ‘alayya fiihi barakaatika wa waffiqnii fiihi limuujibaati mardhaatika wa askinnii fiihi buhbuuhaati jannaatika yaa mujiiba da’watil mudhtharriin.
Artinya: ”Ya Allah bukakanlah lebar-lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan”.
Wallahu A'lam.