Agar Ning tak berteriak, salah seorang perampok langsung menyergap Ning. Di tengah sergapan itu, perampok sempat melukai lengan kiri Ning dengan pisaunya. Salah seorang perampok, menyumpal mulut Ning dengan kaus dalam milik anaknya.
Tangan Ning diikat dengan bra. Sedangkan, kakinya diikat dengan seprai. Selanjutnya, tubuh Ning dibungkus seprai. Saat ibunya diikat, anak Ning berinisial LG yang masih berusia balita itu berinisiatif sembunyi di kamar mandi di lantai II.
Selama perempuan tersebut disekap, kedua perampok sempat mencari barang-barang berharga di lantai II rumah di Ketandan, Klaten Utara itu. Setelah mengobrak-abrik isi rumah, kedua perampok tak menemukan barang berharga.
Salah seorang perampok sempat mengambil kaleng kecil yang belakangan diketahui berisi mainan LG. Lantaran takut tepergok, kedua pencuri langsung melarikan diri. Diduga lantaran terburu-buru, salah seorang perampok salah memasukkan kaleng ke dalam tasnya.
Kaleng tersebut meleset dan terjatuh di lantai, lalu menimbulkan suara gaduh di lantai II. Di tengah situasi tersebut, ayah Ning, Joko, naik ke lantai II. Namun kedua perampok itu sudah melarikan diri dengan memanjat dinding rumah.