“Ini akan dibangun pada 2021 dengan APBD murni,” ujar Suharsono.
Menurut Bupati Bantul, panjang jembatan itu belum sesuai dengan lebar sungai. Panjang jembatan hanya delapan meter sementara lebar sungai mencapai 12 meter. Kondisi ini menyebabkan jembatan menjadi rentan rusak diterjang banjir. Apalagi usianya juga sudah tua.
Pembangunan ulang menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, pembangunan butuh proses dan tidak mungkin dilakukan saat musim hujan. Untuk sementara waktu, pemerintah akan membangun jembatan darurat dengan menggunakan pohon kelapa.
“Ada tiga pohon kelapa yang dijadikan titian dan di bagian atas diberikan papan. Yang penting bisa dilalui dulu. Nanti BPBD akan membangun bronjong penguat sementara,” kata bupati.