Disinggung ihwal sikapnya terhadap praktik politik menawari uang kepada parpol untuk mengusung calon di Pilkada 2020 seperti pengakuan PSI Solo, Purnomo menyatakan tidak setuju. Praktik politik semacam itu dinilai mencederai demokrasi.
“Oh soal seperti itu saya ndak setuju sama sekali,” ucapnya.
Penuturan senada disampaikan Anung Indro Susanto, dia mengaku tidak membentuk tim pendukungan untuk meramaikan bursa cawali-cawawali di Pilkada 2020.
“Saya ndak membentuk tim kok,” katanya.
Anung juga menyatakan tidak mengirim orang atau tim untuk melobi PSI dengan cara menawari sejumlah uang agar mengusung dirinya di Pilkada Solo 2020.
“Oh enggak (tidak mengirim orang). Tapi belum tentu, yang namanya orang-orang dulu yang bergerak, saya juga kurang tahu,” kata Anung.
Anung mengakui sempat ditanya beberapa temannya apakah akan maju kembali di Pilkada Solo 2020. Tapi pertanyaan itu disampaikan kepadanya sudah lama.