Korban lain, Slamet mengatakan dia dan anggota keluarganya awalnya merasa mual dan badan panas. Selain itu, dia juga tidak berhenti buang air besar. “Tadinya makan berkat yang isinya nasi dan lauk-pauk,” katanya.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Pulosari membuka posko pelayanan kesehatan di kantor Balai Desa Karangsari. Langkah ini dilakukan untuk memberi bantuan pengobatan pada warga yang mengalami keracunan.
Sementara itu, Simun, pemilik hajatan membantah jika korban keracunan makanan dari tempat acara resepsi pernikahan. Menurutnya banyak warga yang dirawat tidak memakan makanan dari tempatnya.
“Korban belum makan dan minum tapi sudah sakit dan dibawa ke rumah sakit, kalau sekarang ada kejadian ini, saya tidak tahu,” katanya, Jumat (7/12/2019).
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Pemalang. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan sampel makanan juga tengah diperiksa di laboratorium.
Mengenai jenis makanan yang membuat keracunan juga masih diselidiki. Hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus keracunan massal ini.
“Ini masih tahap penyelidikan, kami sudah tanya ke pemilik hajat, tukang masak bahkan asal bahan makanan dibeli dari mana, masih kami selidiki,” katanya.