“Sebenarnya siiih buat saya agama apapun blio gak penting. Yg saya yakin blio orang baik & untuk NU memang sll terbaik untuk Negeri ini itu pasti,” tulis Drupadi @Yettidewi.
Berikut petikan liriknya:
Itulah Nahdlatul Ulama sering disebut NU.
Selalu gigih berjuang sejak jaman penjajahan.
Dari Itu mari kawan
Ikut NU dan ulama’nya
Tuk Membangun Islam Nusantara
Agar Hidup Nyaman Sejahtera
Diridhoi yang Maha Kuasa”.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo, KH Abdul Karim (Gus Karim) mengungkapkan sejumlah keinginan dari Maestro campursari Didi Kempot yang belum tercapai di masa hidupnya.
Sebelum meninggal, kata dia, Didi Kempot ingin berduet dengan Ketua Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf hingga membawakan lagu kasidah dengan gaya campursari.
Penyanyi yang memiliki nama asli Dionisius Prasetyo itu meninggal dunia pada usia 53 tahun. Jenazah almarhum dimakamkan di tempat kelahirannya di Ngawi, jawa Timur.
Sebelumnya, Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo Divan Fernandes mengatakan Didi Kempot sampai di RS tersebut pukul 07.25 WIB dalam kondisi henti jantung. Menurut dia, pihak RS sudah melakukan berbagai upaya pertolongan.
“Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi, kondisi tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB,” kata Divan.