Densus Sebut Kelompok ISIS Susupi Aksi Demo Rusuh di Jateng

Eka Setiawan
Massa yang terdiri atas kelompok pelajar menyerbu dan merusak Gedung DPRD serta Kantor Wali Kota Pekalongan di Jalan Mataram, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Suryono Sukarno).

SEMARANG, iNews.id – Tim Satgas Wilayah Jawa Tengah Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror mengungkap fakta baru terkait aksi demonstrasi rusuh di berbagai daerah di Jawa Tengah akhir Agustus 2025 lalu. Salah satunya, masuknya kelompok ISIS

Anggota Tim Densus 88/Antiteror, AKP Yusuf menjelaskan, ketika terjadi sejumlah kerusuhan demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia, kelompok ISIS menyusup di wilayah Jateng.

Mereka masuk ke grup-grup media sosial, termasuk WhatsApp, menunggangi kelompok Anarko yang rata-rata adalah anak-anak bawah umur. Pelajar SMA hingga SMP.

“Pemantauan kami, ditemukan di media sosial, kelompok ISIS ini masuk, seperti terjadi di Kendal dan Solo, ada grup Facebook, Instagram,” kata AKP Yusuf usai bersilaturahmi ke rumah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin alias Ning Nawal di Kota Semarang, Senin (8/9/2025). 

Dia menjelaskan, kelompok tersebut memanfaatkan situasi agar chaos. “Itu 9chaos) seruan mereka, dengan menambahkan postingan-postingan misalnya tentang ketidakadilan,” ucapnya.

Di wilayah Jateng, ungkap dia, pada serangkaian kerusuhan yang terjadi akhir Agustus itu total diamankan 1.747 orang di mana 1.058 di antaranya usia anak-anak.

“Ini menjadi miris. Saat dijemput ibunya, mereka menangis. Inilah kami melihat, kuatnya peran ibu, orangtua, untuk memberikan edukasi ke anak-anaknya. Di sini kami ingin berkolaborasi untuk mencari solusi tepat fenomena ini,” katanya.

Menurut dia, proses doktrinasi kelompok radikal teror di media sosial yang menyasar anak-anak dilakukan bertahap. Pertama, penyebaran propaganda, kemudian pemetaan yakni memetakan reaksi atas propaganda yang disebarkan di media sosial. Tahap berikutnya pendekatan dan perekrutan. 

Di tahap ini kelompok itu mulai melakukan pendekatan personal dan mulai menanamkan doktrin. Tahap selanjutnya adalah pembinaan dan pengendalian. 

“Pada tahap ini mereka mulai mengikat dengan baiat dan doktrin-doktrin keras untuk mengarahkan dan mengendalikan melakkan tindakan kekerasan sampai pada tindakan teror,” kata Yusuf.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Densus 88: Potensi Terorisme Masih Ada, 138 Napiter Ditahan!

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Peran 6 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Jakarta hingga Kaltim

57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Massa BEM SI Segel Kantor BI Jateng

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Ricuh, Sejumlah Korban Dilarikan ke RS

57 tahun lalu

Warga Demo Polresta Pati, Desak Kapolresta Dicopot Buntut Kasus Kiai Cabul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal