Diketahui, budidaya ikan air tawar di dusun ini telah berlangsung secara turun temurun. Masyarakat kemudian merambah budidaya ikan hias. Ternyata kadar air di dusun yang dekat dengan sungai Pabelan itu sangat cocok untuk ikan arwana. Akhirnya banyak warga yang beralih membudidayakan salah satu ikan air tawar termahal itu.
Menurut Fajar Sodiq, di pasar ekspor, arwana yang dibudidayakan dijual dengan harga puluhan hingga ratusan juta.
"Saya menggandeng teman dari Jakarta untuk diekspor ke China. Bahkan di masa pandemi ini penjualan justru naik 20 persen," kata Faja.
Jika biasanya dalam satu minggu Fajar mengirim sekitar 15 ekor arwana dewasa, di masa pandemi ini dia bisa mengirim 20 ekor ditambah ratusan anakan ikan arwana yang harga satuannya sekitar Rp18.000. Jumlah pengiriman tersebut akan meningkat di kisaran bukan Desember sampai Februari atau di musim penghujan.
Tidak hanya satu, Fajar membudidayakan setidaknya empat jenis ikan arwana. Dari silver Brazil, Papua, Arwana Kalimantan sampai jenis Red Super. Padahal untuk jenis itu, satu ekor harganya jutaan rupiah. Apalagi yang Red Super, yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"Sejak 2009 saya memulai budidaya ikan arwana. Setelah menjelaskan cara dan keuntungan budidaya ikan itu kepada para tetangga, akhirnya banyak yang ikut," kata Fajar.