"Mudah-mudahan debit air yang masuk ke Bendung Wilalung juga menurun, seiring menurunnya debit air dari atas," ujarnya.
Untuk memastikan naik turunnya debit air, pemantauan tetap dilakukan secara berkala. Ketika debit air mencapai 800 meter kubik per detik, maka berpotensi limpas pada pintu yang mengarah ke Sungai Juwana.
Permasalahan sampah dari tahun ke tahun masih saja terjadi. Seperti saat ini sampah dalam jumlah besar yang didominasi batang pohon pisang terlihat ikut terbawa arus air menuju pintu wilalung.
Beberapa sampah, tampak tertahan di pintu bendung wilalung sehingga berpotensi menghambat arus air.