Sementara itu, Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) H.E. Husin Bagis mengatakan bahwa pihak UEA juga berencana akan menanggung semua biaya pembangunan Islamic Center Solo yang akan menjadi penopang kegiatan Masjid Syeikh Zayed.
Untuk itu, ia berharap Kemenag segera menyiapkan draf kerja sama pembangunan Islamic Center Solo yang akan dibiayai oleh UEA. Draf kerja sama antara Indonesia dan UEA tersebut nantinya akan dibahas saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022.
"Dari pihak UEA sudah oke kalau mereka yang akan membiayai pembangunan Islamic Center Solo, tinggal kita siapkan draf kerja samanya," ujar Husin.