Dampak Kenaikan Harga Kedelai Impor, Perajin Tempe Tahu di Rembang Menjerit

Musyafa
Bambang Sumantri, pembuat tempe dan tahu menjajakan barang dagangannya di Pasar Rembang. (iNews/Musyafa)

Terkait ajakan menggelar aksi mogok, seperti perajin di sejumlah daerah ? Bambang mengatakan agak sulit mengkoordinasikan sesama perajin maupun pedagang, untuk kompak melakukan aksi mogok.

“Alasannya kalau nggak produksi mau makan apa. Padahal yang saya tahu bagi pengrajin atau pedagang kecil, produksi pun nggak mungkin untung, tapi malah rugi, “ ujarnya.

Ia mengatakan, mayoritas perajin tetap membuat tempe dan tahu, dengan konsekuensi menaikkan harga barang. Ia mencontohkan, tempe per bungkus isi 10, semula dijual Rp4.000, sekarang menjadi Rp4.500. Kemudian tahu per blung, semula Rp72.000, kini dinaikkan menjadi Rp85.000.

“Ya saya sendiri sudah menaikkan harga. Kalau nggak gitu rugi, bisa-bisa malah gulung tikar. Kita menyesuaikan dengan lonjakan harga kedelai impor, “ katanya.

Sebelumnya, antara tanggal 1 – 3 Januari 2021, para perajin tempe dan tahu di berbagai daerah menggelar aksi mogok. Langkah itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah, agar segera turun tangan menangani masalah harga kedelai impor yang terus melambung tinggi di pasaran. 
 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Rembang, Truk Tronton Tabrak 3 Motor 1 Tewas

57 tahun lalu

5 Remaja Pendaki Gunung Argopuro Hilang Tersesat, Ditemukan di Tepi Jurang

57 tahun lalu

Isi Kuliah di Ponpes Gus Baha, Anies Baswedan Tanggapi Dorongan Masuk Capim KPK

57 tahun lalu

Tragis! 2 Siswa TK asal Rembang Tewas Tenggelam di Kolam Renang Tuban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal