Sampai saat ini Ganjar menyebut pengungsian sudah ada di Pekalongan dan Kudus. Ia juga mengatakan beberapa bagian di Kota Semarang juga sudah ditangani. "Kondisi pengungsian saya minta dibuat di tempat yang lebih lega. Karena ini lagi Covid-19, maka ini harus disiapkan agar semuanya aman. Saya minta semua siaga satu," ujarnya.
Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk BMKG pusat, BBWS, PSDA dan daerah terdampak banjir untuk semuanya standby. Beberapa daerah seperti Kota Semarang, diminta memastikan semua pompa berjalan.
"Tapi itu saja kurang, saya minta di area yang parah seperti Genuk dan Kaligawe Semarang pompanya sekarang harus ditambah. Kalau tidak punya, bisa pinjam ke BBWS atau daerah lain," ujarnya.
Ganjar mengatakan Bandara Internasional Ahmad Yani terdampak banjir Semarang. Meski sudah mengoptimalkan 43 pompa yang ada, tidak bisa menyerap genangan dengan cepat karena tempat pembuangan air juga tinggi.
"Maka kondisi ini betul-betul membutuhkan tindakan ekstra. Meskipun sampai pukul 15.00 WIB saya dilapori bahwa genangan di runway sudah surut, di taxy way belum. Maka diputuskan arus penerbangan dipindahkan ke Solo," katanya.
Ganjar juga menyoroti perjalanan kereta api yang terhambat. PT KAI sudah berkoordinasi untuk mengelola dan memindahkan jalur-jalur yang lebih aman.
"Kami koordinasi terus-menerus dan saya terus memantau perkembangannya," ujarnya.