Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya-buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberangi sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat,” kata si Kancil.
“Haaaa!….huaaaaaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kau kancil ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pepohonan dan menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun makanan kesukaannya.
Unsur-unsur cerita fiktif dibagi menjadi dua jenis, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasannya.
Unsur intrinsik cerita fiksi terdiri atas:
- Tema : gagasan dasar umum yang terkandung di dalam teks.
- Tokoh : pelaku dalam karya sastra. Tokoh dibedakan menjadi dua jenis, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan.
- Alur/Plot : jalan cerita
- Konflik : kejadian yang tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang sangat.diperlukan dalam mengembangkan plot.
- Klimaks : saat konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan saat itu merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.
- Latar atau setting : tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
- Amanat : pemecahan yang diberikan pengarang terhadap persoalan di dalam sebuah karya sastra.
- Sudut pandang : cara pandang penulis dalam cerita
- Penokohan : teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.
Unsur ekstrinsik cerita fiksi terdiri atas:
- Sikap dari pengarang
- Keyakinan
- Pandangan hidup (ekonomi, politik, sosial, dll.)
- Psikologi
Nah, itulah ulasan singkat iNews.id tentang contoh cerita fiksi beserta unsur-unsurnya yang perlu diketahui siswa.