‘”Hei buaya yang malang, aku akan menolongmu tetapi kau harus berjanji sesuatu padaku terlebih dahulu” ujar seorang warga. Sang buaya langsung membalas tetapi masih dengan akal pintarnya ‘’Baik, katakanlah wahai manusia aku akan mengabulkannya. Namun, kau harus mengeluarkan aku dari dahan pohon besar ini terlebih dahulu”.
“Aku akan membantumu tetapi kau harus berjanji tidak akan memangsaku. Bagaimana apakah kau setuju?”. Sang buaya mulai berpikir keras akan tawaran dari seorang warga. Pasalnya dalam perjalanan tadi ia tak mendapatkan mangsa satu pun.
Kini mangsanya ada di depan mata, akankah ia melepaskannya begitu saja?. Tetapi, jika melihat kondisinya sekarang hanya ada dua opsi yang akan terjadi yaitu mati sia-sia atau mati ditangan warga sekitar. Dua hal tersebut merupakan sesuatu yang memalukan jika terjadi kepada kepala suku.
Seorang warga terus mendesak sang buaya dengan menanyakannya lagi, “Apa yang sedang kau pikirkan wahai buaya? Apakah melihat kondisimu yang seperti ini masih berpikiran untuk memangsaku? Jika iya, aku akan meninggalkanmu di sini dan esok hari kau akan menjadi bangkai” ucap seorang warga yang langsung menyadarkan sang buaya.
“Baiklah, aku berjanji tak akan memangsamu. Maka cepatlah bebaskan aku dari dahan pohon yang berat ini” pinta sang buaya yang masih belum bisa dipercayai oleh seorang warga. “Apa kau bisa bersumpah kepadaku?” tanya seorang warga lelaki itu untuk memastikan. “Aku bersumpah tak akan memangsamu dan aku akan memegang kata-kataku” yakin sang buaya.