Cerita Para Perempuan Lereng Merapi Memasak Bergiliran demi Mencukupi Kebutuhan Konsumsi Pengungsi

Sindonews
Ary Wahyu Wibowo
Ibu-ibu di sekitar Tempat Penampungan Pengungsian Sementara Desa Tlogolele, Boyolali saat memasak untuk pengungsi Merapi. (Ary Wahyu Wibowo, Sindonews)

Dirinya sengaja pulang karena ada khabar warga di desanya mengungsi. Meski pulang untuk waktu tiga hari, usaha katering dan warung makan di Yogyakarta tetap jalan karena ada yang menunggu. Saat memasak, sesekali ibu ibu melontarkan candaan agar tidak tegang. Mengingat pengungsi dari kelompok rentan terdiri dari balita, anak anak, ibu hamil, difabel dan lansia, menu yang dimasak berbeda.

Terutama untuk balita, anak anak, dan lansia dibuat khusus.

“Masakan untuk balita dan lansia tentunya tidak sama. Kalau anak yang sudah agak besar, dengan yang orang dewasa, menunya bisa sama,” kata Winarni (40) warga lainnya.

Untuk satu kali masak, membutuhkan beras sekitar 10 kilogram untuk kapasitas konsumsi 200 orang.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Karawang Masuki Hari ke-4, Ribuan Rumah Masih Terendam Air Setinggi 1 Meter

57 tahun lalu

323 Dapur MBG Layani Korban Banjir di Sumut, Aceh dan Sumbar

57 tahun lalu

Pastikan Masakan Pengungsi Bencana Sumut Layak Konsumsi, Prabowo Cek Dapur Umum

57 tahun lalu

Kepedulian Prabowo di Pengungsian Langkat, Peluk Ibu-Ibu hingga Lap Anak Sakit

57 tahun lalu

Banjir Sumut Meluas, 179 Dapur BGN Diubah Jadi Dapur Umum Bagikan 290.000 Paket Makanan ke Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal